Tampilkan postingan dengan label IBROH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBROH. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Januari 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Cintai Saya Apa Adanya

Semoga bermanfaat dan dapat di ambil ibroh dari kisah ini.
ikan cucut ikan belut lanjutttt... :D

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus sayai, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang
menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
Selasa, 06 Juli 2010 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

kita Seperti 'Tempayan Retak'

  seorang tukang air india memiliki memiliki dua tempayan besar, masing asing bergantung pada kedua ujung pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya, satu dari Tempayan itu retak dan satunya lagi tentu saja tidak. jika Tempayan yang tidak retak itu dapat membawa air penuh, setelah perjalanan panjang dari mata air kerumah majikannya, Tempayan retak hanya dapat memabawa  setengah air penuh, selama dua tahun hal itu terjadi setiap hari, situkang air hanya dapat membawa satu setengah Tempayan air kerumah majikannya. tentu saja si Tempayan utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna, namun si Tempayan retak malang itu  merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberi setengah porsi yang seharusnya dapat diberikannya.
setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, Tempayan retak berkata kepada si tukang air,"sungguh saya malu pada diri saya sendiri, dan hanya ingin memohon maaf kepadamu."