Senin, 25 April 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Ketika Ukhuwah Merekah Di Jalan Dakwah


ketika ukhuwah merekah di jalan dakwah
indah …
lalu lebih indah …
kemudian menjadi amat indah…
ketika ukhuwah semerbak di jalan perjuangan
ada manis
ada terjal
ada tangis
Selasa, 19 April 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Etika Posting dan Bersikap di DUMAY

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa internet adalah termasuk media tercepat dan termurah untuk menyebarkan informasi. Dalam satu kali klik, seluruh indonesia dapat mengakses informasi yang kita berikan. Dan hal ini tentu saja menimbulkan dua kemungkinan, yaitu menjadi potensi yang sangat baik atau menjadi potensi yang sangat buruk. Oleh karena itu, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan internet sebagai sarana penyebaran informasi.

"TErunTuk YgMAsih Dibalik Tirai RahasiaMU"

Ya Rabbi, Aku berdoa untuk seseorang , yang akan menjadi bagian dari hidupku.

seseorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

seseorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.

seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Men Sana in Women Sini*

Hmm... tulisan dibawah ini saya dapat copas, ketika itu sy sedang berjalan2 menelusuri blog2 orang, ehh.. akhirnya saya ketemu blogx ust.felix siauw, lalu sy menemukan tulisan ini di blog beliau.
karena menurut saya ini tulisanx bagus, ya udah akhirx sy copas.
moga bermanfaat... selamat membaca.
cekidot... @_@

Sedikit Obat untuk Bersemangat dalam Perjuangan

 By : *Felix Siauw – Islamic Inspirator*

Anda sering menunda-nunda shalat wajib lewat daripada waktu keutamaannya? Dan Anda malas untuk berjamaah di masjid? Jarang membaca al-Qur’an dan tidak bersemangat dalam dakwah Islam? Merasa disorientasi dalam aktivitas sehari-hari dan merasa seolah-olah 24 jam hari ini terbuang dengan percuma?, jika salah satu pertanyaan ini Anda jawab “ya” berarti Anda bisa jadi kemungkinan besar mengidap sindrom futur.
Iman itu naik dan turun katanya, mungkin inilah yang menyebabkan seringkali kita mengalami saat-saat dimana kita merasa down, merasa useless dan merasa lesu. Adakalanya pula kita merasa sangat semangat dan bahagia, dan mampu menyelesaikan semua hal yang perlu diselesaikan. Betul, (pengaruh) keimanan memang naik dan turun, tetapi trend-nya harus dijaga agar tetap naik. Futur adalah penyakit yang memang pasti akan menyerang seseorang yang tingkat keimanannya tinggi, bukan untuk menjatuhkannya, tapi untuk memperk
uat dan membawa keimanannya ke level yang lebih tinggi. Kira-kira grafiknya tingkat keimanan seperti ini:

Senin, 04 April 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Kisah Cinta Memukau; Memaknai Arti Cinta yang Sebenarnya

Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.
Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.
Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”
Rabu, 30 Maret 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Apakah Khilafah Bukan Format yang Tepat untuk Indonesia?

Dalam sebuah acara diskusi dengan tema : “Mencari Format Terbaik Mensejahterakan Indonesia”, saat sesi tanya jawab terjadi dialog sebagai berikut ;
Peserta diskusi : Saudara moderator, saudara moderator…., mohon saya di beri kesempatan menanggapi pembicara !
Moderator: Silahkan pak…, apa tanggapannya ?
Peserta diskusi : Saya heran dengan adik pembicara yang satu itu…, maaf saya panggil adik karena usia Anda jauh di bawah usia saya.
Pertanyaan saya…, mengapa Anda ngotot sekali dengan ide Khilafah sebagai format yang pas bagi Indonesia ? Padahal Indonesia ini sistemnya demokrasi dan asasnya Pancasila, Demokrasi Pancasila sudah final dik…, sebagai kesepakatan bersama seluruh bangsa Indonesia.
Pembicara : Saya sebenarnya bukan bermaksud ngotot pak, tetapi saya memiliki keyakinan bahwa sistem khilafah adalah sistem terbaik dan saya berusaha mengalirkan keyakinan saya pada forum diskusi ini.  Sepanjang penjelasan saya tadi saya juga sudah sampaikan argumentasinya.
Adapun pernyataan Bapak, bahwa sistem yang ada sekarang sudah final…, menurut pandangan saya pernyataan seperti itu tidak fair ! Bagaimana kita sepakat sudah final sementara banyak sekali saudara-saudara kita yang masih terbelenggu dalam kemiskinan, kebodohan dan tidak memiliki akses kepada pelayanan kesehatan. Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah perubahan.
Bagi mereka yang tersejahterakan oleh sistem yang tidak adil ini, inginnya sistem yang ada sekarang sudah final.  Tapi bagaimana dengan mereka yang tertindas dan terpinggirkan ?  Disinilah terlihat pernyataan bahwa sistem sekarang sudah final, sangat tidak fair.

Seputar Khitbah dalam Pandangan Islam

Oleh : Titin Erliyanti, S.Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia)
Di..kedalaman hatiku, tersembunyi harapan yang suci..
Ta..k, perlu engkau menyangsikan..
Le..wat.. kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu,
tak perlu dengan.. kata-kata
Sungguh..hatiku kelu tuk’ mengungkapkan perasaanku..
Namun, penantianmu pada diriku, jangan salahkan..
Kalau memang..kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang..
Nanti kubawa kau pergi ke syurga abadi..
kini belumlah saatnya aku membalas cintamu… nantikan ku..di batas.. waktu..

(Lirik dalam nasyid ‘Nantikanku di batas waktu’ oleh:Ad Coustic)
SyariahPublications.Com — Manusia diciptakan oleh Allah Swt sebagai makhluk yang paling mulia, ia bukanlah sesosok makhluk yang sekedar memiliki jasad/organisme hidup, sehingga kehidupan yang dijalaninya pun bukan sekedar untuk tujuan memperoleh makan, tumbuh, berkembang-biak, lalu mati. Manusia diciptakan ke alam dunia ini disertai pula dengan berbagai potensi kehidupan yang diberikan oleh-Nya. Berbagai potensi kehidupan tersebut harus merupakan sesuatu yang disadari/difikirkan oleh manusia. Diantara potensi kehidupan tersebut adalah berupa naluri-naluri (gharaizh) yang diantaranya pula adalah naluri untuk melestarikan keturunan ataupun tertarik kepada lawan jenis (gharizatu nawu). Naluri inimerupakan dorongan yang muncul pada diri manusia ketika adanya stimulan dari luar. Sebagai contoh, suatu saat seorang ikhwan pernah merasakan perasaan yang ‘berbunga-bunga tidak karuan’ ketika di suatu tempat bertemu dengan seorang akhwat yang menurut penilaiannya, orang tersebut adalah sosok yang ‘special’ sehingga setiap kali berjumpa, memikirkan atau bahkan hanya sekedar mendengar namanya saja, tiba-tiba jantung ini bisa berdebar cepat dan kedua bibirpun akan menggeser menyimpul mesra. Kondisi ini tentunya juga dapat terjadi sebaliknya antara seorang akhwat terhadap seorang ikhwan.

Mempertahankan Keutuhan Keluarga

Semoga Bermanfaat ya..

Oleh : Zulia Ilmawati , S.Psi.

Keluarga sakinah adalah keluarga dengan enam kebahagiaan yang terlahir dari usaha keras pasangan suami isteri dalam memenuhi semua  hak dan kewajiban, baik  kewajiban perorangan maupun kewajiban bersama. Teramat jelas bagaimana Allah dan RasulNya menuntun kita untuk mencapai tiap kebahagiaan itu. Enam kebahagiaan yang dimaksud adalah Kebahagiaan Finansial, seksual, intelektual, moral, spiritual dan idiologis. Mana dari enam kebahagiaan itu yang utama? Tergantung pada persepsi atau kerangka pandang dan pemahaman pasangan suami isteri. Keluarga Rasulullah dibangun  dalam kerangka perjuangan. Inilah keluarga teladan dengan kebahagiaan ideologis. Tapi berdasarkan riwayat-riwayat yang sangat jelas, Rasul juga mampu menciptakan bagi keluarganya kebahagiaan intelektual, kebahagiaan moral, spiritual, bahkan pula termasuk kebahagiaan seksual. Secara finansial, Rasul memang hidup dalam kesahajaan. Tapi siapa sangka mereka juga ternyata merasakan kebahagiaan finansial. Karena kebahagiaan yang terakhir ini tidak ditentukan oleh jumlah harta yang dimiliki, tapi oleh perasaan qanaah (perasaan cukup) atas rizki yang Allah karuniakan. Ketika kebahagiaan itu tidak dirasakan akibat fungsi keluarga tidak berjalan utuh yang dipicu oleh ketimpangan dalam pemenuhan hak dan kewajiban, maka akan timbul masalah.
Senin, 28 Maret 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Bacaan Wajib Bagi yang Ingin Berhenti Merokok

semoga bermanfaat...

Banyak orang mengeluhkan betapa sulitnya berhenti rokok, dengan berbagai alasan dan penyebab. Banyak yang bilang telah berusaha dengan susah payah tapi masih belum mampu.


Di mana peran agama dalam kehidupan para perokok tersebut? Bukankah telah jelas apa konsekuensi melanggar hukum Allah? Keberatan apalagi yang mengganjal mereka untuk meninggalkan sesuatu yang telah jelas-jelas

agama melarangnya?

Di Hong Kong, rokok dilarang beriklan baik di media cetak maupun elektronik. Sebaliknya media massa gencar mengiklankan motivasi agar masyarakat berhenti merokok. Bahkan di sebagian besar tempat umum dijadikan area terlarang bagi seseorang untuk merokok. Jika melanggar larangan merokok yang telah ditentukan pemerintah, akan dikenai denda HKD 1.500 atau setara Rp 1.740.000 (dengan kurs saat ini 1 HKD = Rp 1160). Sedangkan di area rumah sakit, sangsi denda lebih berat lagi, HKD 5.000.

KENAPA HARUS MEROKOK?

Jumat, 14 Januari 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

CaraKu MenCintaimu KarenaNya..

Bismillahirrahmanirrahiim

Wahai Saudari kami...
Mungkin kalian pernah mendapati kami dalam keadaan dingin dan membisu
Padahal bisa saja, kami membuka pembicaraan dan memecahkan suasana bersama kalian
Namun kami sadar, bahwa tak layak bagi kami bermudah-mudah dikarena khawatir hal itu akan mengikis kadar rasa malu kalian kepada kami.