Senin, 02 Mei 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

IZINKAN KAMI MERAIH BAHAGIA SEPERTIMU.., YA UKHTI.


Sebelumnya saya ingin sampaikan bahwa cerpen ini adalah tambahan dengan sedikit gubahan tentunya, dari cerpen saya terdahulu yang berjudul “ DI DUAKAN...??? YANG KE DUA...??? OH NO...!!! cerpen tersebut saya buat dalam rangka mengikuti lomba FF ( Falsh Fiction) Yang diselenggarakan oleh seorang teman Fecbook, yang bertema POLIGAMI dengan dibatasi cerpen hanya 400 kata. Mungkin ada yang mengatakan bahwa ceritanya kurang greget,datar dan sebagainya. Mungkin ada benarnya kata2 itu, saya sendiri belum merasa puas bereksperimen dg imaginasi saya sendiri, karna sebenarnya banyak kalimat yang harus saya bendung di otak saya ini (hayyyah... lebay. ^o^ ).
Ya sudah kita mulai saja ya.. ndak usah panjang2 pembukaannya nanti pada keburu kabur lagi.. hi3x
Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
***
Sabtu, 30 April 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

PESAN UNTUK PARA SUAMI

Bismillahirrahmanirrahim...
semoga bermanfaat... 


eramuslim - Bila ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang penuh dengan rasa sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia itu adalah rumah tangga yang hancur, suami istri saling menyalahkan, curiga, tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah dan rahmah.
Senin, 25 April 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Persahabatan Itu Bagai …


Ada yang bilang kalau persahabatan itu seperti Sepasang Sepatu.
Kita gak akan bisa jalan hanya dengan memakai salah satunya.
Ada lagi yang bilang persahabatan itu seperti SETANGKUP ROTI DENGAN MENTEGA. (kira2 Maksudnya apa ya? Ada yg tahu? Question Mark

Lima Belas Cara Membuat Suami Tetap Hangat

Yeahhhh.... setidaknya saia hanya ingin berbagi ibu2... ^^

Baitijannati. Apa yang terjadi jika tidak ada lagi kehangatan antara suami istri? Keduanya mendapati hubungan mereka seakan diselimuti es, dan cinta yang bersemi diawal pernikahan berubah menjadi sesuatu yang dingin. Ungkapan “Rumahku adalah surgaku” menguap entah kemana, dan suasana rumah menjadi rutinitas yang menjemukan dan membosankan.
Keadan semacam ini bisa menimpa siapa saja. Pernikahan layaknya kehidupan memiliki dinamika dan romantika. Kadang suami istri mendapati rumah tangganya berjalan mulus, kerikil yang ada dapat dilewati bersama, dan keduanya meras bahagia dalam kebersamaan mereka. Disaat yang lain kadang muncul perselisihan, yang biasanya disertai dengan kemarahan, kekesalan atau bahkan menimbulkan “perang dingin” diantara keduanya. Disaat yang lain lagi terjadi dimana salah satu dari keduanya atau keduanya dilanda kebosanan dan kejenuhan dalam menjalani rutinitas kehidupan berumah tangga. Kesemua ini adalah manusiawi dan wajar, sepanjang tidak membuat hati keduanya saling jauh.

Ketika Ukhuwah Merekah Di Jalan Dakwah


ketika ukhuwah merekah di jalan dakwah
indah …
lalu lebih indah …
kemudian menjadi amat indah…
ketika ukhuwah semerbak di jalan perjuangan
ada manis
ada terjal
ada tangis
Selasa, 19 April 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Etika Posting dan Bersikap di DUMAY

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa internet adalah termasuk media tercepat dan termurah untuk menyebarkan informasi. Dalam satu kali klik, seluruh indonesia dapat mengakses informasi yang kita berikan. Dan hal ini tentu saja menimbulkan dua kemungkinan, yaitu menjadi potensi yang sangat baik atau menjadi potensi yang sangat buruk. Oleh karena itu, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan internet sebagai sarana penyebaran informasi.

"TErunTuk YgMAsih Dibalik Tirai RahasiaMU"

Ya Rabbi, Aku berdoa untuk seseorang , yang akan menjadi bagian dari hidupku.

seseorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

seseorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.

seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Men Sana in Women Sini*

Hmm... tulisan dibawah ini saya dapat copas, ketika itu sy sedang berjalan2 menelusuri blog2 orang, ehh.. akhirnya saya ketemu blogx ust.felix siauw, lalu sy menemukan tulisan ini di blog beliau.
karena menurut saya ini tulisanx bagus, ya udah akhirx sy copas.
moga bermanfaat... selamat membaca.
cekidot... @_@

Sedikit Obat untuk Bersemangat dalam Perjuangan

 By : *Felix Siauw – Islamic Inspirator*

Anda sering menunda-nunda shalat wajib lewat daripada waktu keutamaannya? Dan Anda malas untuk berjamaah di masjid? Jarang membaca al-Qur’an dan tidak bersemangat dalam dakwah Islam? Merasa disorientasi dalam aktivitas sehari-hari dan merasa seolah-olah 24 jam hari ini terbuang dengan percuma?, jika salah satu pertanyaan ini Anda jawab “ya” berarti Anda bisa jadi kemungkinan besar mengidap sindrom futur.
Iman itu naik dan turun katanya, mungkin inilah yang menyebabkan seringkali kita mengalami saat-saat dimana kita merasa down, merasa useless dan merasa lesu. Adakalanya pula kita merasa sangat semangat dan bahagia, dan mampu menyelesaikan semua hal yang perlu diselesaikan. Betul, (pengaruh) keimanan memang naik dan turun, tetapi trend-nya harus dijaga agar tetap naik. Futur adalah penyakit yang memang pasti akan menyerang seseorang yang tingkat keimanannya tinggi, bukan untuk menjatuhkannya, tapi untuk memperk
uat dan membawa keimanannya ke level yang lebih tinggi. Kira-kira grafiknya tingkat keimanan seperti ini:

Senin, 04 April 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Kisah Cinta Memukau; Memaknai Arti Cinta yang Sebenarnya

Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.
Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.
Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”
Rabu, 30 Maret 2011 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Apakah Khilafah Bukan Format yang Tepat untuk Indonesia?

Dalam sebuah acara diskusi dengan tema : “Mencari Format Terbaik Mensejahterakan Indonesia”, saat sesi tanya jawab terjadi dialog sebagai berikut ;
Peserta diskusi : Saudara moderator, saudara moderator…., mohon saya di beri kesempatan menanggapi pembicara !
Moderator: Silahkan pak…, apa tanggapannya ?
Peserta diskusi : Saya heran dengan adik pembicara yang satu itu…, maaf saya panggil adik karena usia Anda jauh di bawah usia saya.
Pertanyaan saya…, mengapa Anda ngotot sekali dengan ide Khilafah sebagai format yang pas bagi Indonesia ? Padahal Indonesia ini sistemnya demokrasi dan asasnya Pancasila, Demokrasi Pancasila sudah final dik…, sebagai kesepakatan bersama seluruh bangsa Indonesia.
Pembicara : Saya sebenarnya bukan bermaksud ngotot pak, tetapi saya memiliki keyakinan bahwa sistem khilafah adalah sistem terbaik dan saya berusaha mengalirkan keyakinan saya pada forum diskusi ini.  Sepanjang penjelasan saya tadi saya juga sudah sampaikan argumentasinya.
Adapun pernyataan Bapak, bahwa sistem yang ada sekarang sudah final…, menurut pandangan saya pernyataan seperti itu tidak fair ! Bagaimana kita sepakat sudah final sementara banyak sekali saudara-saudara kita yang masih terbelenggu dalam kemiskinan, kebodohan dan tidak memiliki akses kepada pelayanan kesehatan. Yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah perubahan.
Bagi mereka yang tersejahterakan oleh sistem yang tidak adil ini, inginnya sistem yang ada sekarang sudah final.  Tapi bagaimana dengan mereka yang tertindas dan terpinggirkan ?  Disinilah terlihat pernyataan bahwa sistem sekarang sudah final, sangat tidak fair.