Sabtu, 27 Februari 2010 | By: Dahlia"khamza Az Zahra"

Gadis kecil Itu.... Bernama Zahro..

Gadis kecil itu berlarian menyusuri pematang sawah..brlari kesana kemari tanpa merasa takut kejeblos ke dalam lumpur…ia memperhatikan ibunya yang sedang mencabuti rumput2 yang bertengger diantara rumpun2 padi .
” zahro.. awas jatuh..”
” tidak ibu.., zahro kan sudah biasa seperti ini ibu..”
” ya sudah, hati2 saja..”

zahro nama gadis kecil itu.., dia anak bungsu dari 4 bersaudara kala itu , zahro gadis kecil yang serba biasa, bukan gadis kecil yang cerdas , yang pintar , yang kritis atau yang jenius, zahro gadis kecil yang tidak memiliki kelebihan apa2 hanya gadis kecil yang biasa , gadis kecil yang lahir di sebuah rumah diantara rerimbunan pohon di tengah2 kebun yang dekat sawah mereka, rumah yang berdindingkan anyaman2 bambu, gadis kecil yang hari2nya bermain dg boneka dari kain sarung, mencari ikan dikolam yang tiada penghuninya, bermain lumpur disawah. gadis kecil yang masih berumur 4 tahun yang bermain dg hari2 yang sendiri yang terkadang di temani oleh kakak laki2nya yang kebetulan bertaut 2 tahun, 2 kakaknya ada di kampung/desa tinggal bersama neneknya, karena ke2 kakaknya sudah sekolah,jadi terlalu jauh kalau harus tinggal di rumah mereka.
Zahro yang harus tinggal dari jauhnya keramaian desa sampai pada suatu ketika rumah mereka dilalap oleh si “jago merah”, saat itu ibu dan ayah seperti orang gila menjerit2 memanggil zahro dan kakak perempuannya yg kebetulan hari itu berkunjung ke rumah , ibunya tau bahwa yang ada dirumah itu hanya zahro dan kakaknya, tapi ada seorang tetangga yang yang langsung menenangkan ibunya dan kebetulan ibu2 itu melihat zahro dan kakaknya sedang bermain mencari ikan dikolam, setelah itu ibunya baru merasa tenang, rumah zahro akhirnya habis dilalap si jago merah tanpa ada yang tersisa satupun.
Zahro kini sudah tinggal di desa dg hiruk pikuk kegiatan penduduk desa yang sebagian besar bekerja di sawah , gadis kecil yang tetap bermain dg kesendiriannya, gadis kecil yang saat itu usianya sudah 6 tahun, zahro tidak mengenyam sekolah TK karena orang tuanya tidak mampu membiayai bila zahro harus sekolah TK dan memang sebagian besar anak2 di kampung itu tidak mengenyam sekolah TK . pekerjaan orang tua zahro adalah tani , di samping itu ibu zahro berjualan kopi di pasar . Zahro termasuk anak yang penurut anak dan tidak banyak membantah kata2 ibunya .
” zahro tinggal dirumah ya..? nanti kalau zahro mau tidur, tidurnya dikamar dan jangan lupa pintu rumah di kunci..”
” iya ibu..”
zahro sering di tinggal sendiri di rumah , ibunya pagi2 harus kepasar begitupun dg sang ayah pagi2 harus pergi kesawah , dan ke3 kakaknya pergi sekolah ,
Terkadang zahro tertidur saat ibunya pulang tanpa mengunci pintu sesuai dg pesan ibunya, terkadang zahro duduk di bawah pohon seri yang ada didepan rumahnya
sambil menunggu ibunya pulang dari pasar . Tapi tak jarang zahro dibwa ibunya kepasar ” zahro jangan nakal dan jangan rewel ya..? “
zahro hanya menganggukkan kepala mendengar pesan ibunya. Satu hal yang membuat zahro senang bila diajak kepasar, zahro akan di belikan nasi bungkus oleh ibunya, nasi bungkus yang sangat lezat menurutnya, meski zahro harus mengantri sekian lama dia tetap senang bahkan tak jarang pula ibunya menjemput karena tak kunjung kembali.
Gadis kecil itu berlari menyusuri tanggul sawah, ia berjalan sendiri pergi kesawahnya. Kini zahro sudah kelas 4 SD, hari ini adalah hari Rabu jatah ibunya pergi kepasar , sekarang ibunya sudah tidak berjualan kopi , ibu dan ayah zahro terkadang bermalam di sawah. Dan setiap hari Rabu dan Sabtu zahro pergi kesawah untuk meminta oleh2 dan meminta jatah uang koin untuk di tabung.
Zahro memang gadis kecil yang berbeda dg kakak2nya, sejak kecil dia memang gemar menabung karena itulah ibunya sangat senang memberikan uang2 koin kepada zahro , kini zahro akan membeli payung dari uang tabungannya , karena memang zahro belum punya payung , dulu saat zahro belum sekolah uang tabungannya di belikan tas kecil .
Zahro gadis kecil yang serba biasa yang tumbuh sebagaimana layaknya anak2 kecil pada umumnya yang memilik cita2 ingin jadi dokter , pilot ,pramugari,perawat, polwan , menjadi anak yang berbakti pada orang tua , negara dan agama dll jika ada guru yang bertanya tentang cita2 , tanpa tau bagaimana caranya agar dapat menggapai itu semua .
Zahro terus berlari menyusuri tanggul sawah agar cepat sampai ke gubuk orang tuanya , dia sudah biasa pergi kesawah sendiri, tidak dekat memang antara sawah dan rumahnya membutuhkan waktu sekitar 45 menit bila zahro berlari. Tapi itu tidak menyurutkan zahro, demi uang koin dan dan oleh2 yang dibawa ibunya dari pasar, ia rela pulang dari sekolah langsung meluncur kesawah .
Zahro memang berbeda dg 3 orang kakaknya, meski zahro bukan gadis kecil yang pintar atau cerdas tapi dia tak pernah tinggal kelas , berbeda dg kakak2nya, kakak perempuan zahro adalah anak sulung yang tergolong pintar dan disukai banyak guru karena cantik dan rewel ( untuk ukuran anak2 kakaknya sudah pintar bercerita dsb ) sempat tinggal kelas karena sakit. Dan 2orang kakak laki2nya tinggal kelas karena mmg tinggal kelas tidak ada alasan apapun. Begitupun dg kakaknya yang no 2 ( laki2) banyak juga guru2 yang sayang dg dia karena kakaknya ini tergolong rapi dan tampan, Lazimnya begitu orang2 tua bila melihat anak kecil yang cakep dan rapi serta anaknya nggak bandel pasti mereka sangat sayang dengan anak tersebut dan ke2 kakak zahro tergolong dalam kriteria
tersebut . Tapi tidak dg zahro.., dia hanya gadis kecil yang biasa tidak ada yang istimewa dari gadis kecil ini , guru2nya pun bersikap biasa kapada dia , tidak ada guru yang mengistimewakan zahro , Gadis kecil yang selalu semangat pergi sekolah , dan tak jarang gadis kecil ini tetap berangkat sekolah meski sakit , gadis kecil ini tidak berangkat sekolah kalau sudah tidak bisa jalan , gadis kecil yang selalu bersembunyi bila ada guru yang lewat didepan rumahnya. Gadis kecil yang sudah di ajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab dg pekerjaan yang di berikan kpdnya . Gadis kecil yang hanya bisa menangis kala ibunya memarahinya , gadis kecil yang tergolong pendiam sama seperti kakaknya yang no 3 ( laki2) , gadis kecil yang selalu menjadi contoh saat kakak pertama dan ke2 bertengkar
” lihat zahro dan labib…yang g pernah bertengkar ” itulah kata2 ibunya bila kakak2nya sedang bertengkar.
Zahro… gadis kecil yang berbeda dg kakak2nya , gadis kecil ini selalu dibawa ayahnya bersepeda keliling kampung setiap sore.
” zahro mau ikut ayah nggak naik sepeda..?”
” iya ayah..zahro ikut”.
bersepeda dg ayahnya membuat zahro sangat senang, terkadang pulang membawa bunga untuk ditanam didepan Rumahnya. Gadis kecil ini memang berbeda dg kakak2nya, gadis kecil ini tak pernah sekalipun di marahi oleh ayahnya , bahkan tak pernah sekali pun tangan ayah zahro menempel ketubuhnya(di pukul atau dijewer/di cubit) . Ayah zahro bukanlah ayah yang mau bercanda dg anak2nya , Ayahnya terlalu pendiam kepada anak2nya , sampai zahro beranjak remaja ayahnya tak pernah mengajak anak2nya bercanda atau kumpul dan ngobrol bareng.
Sang ayah yang sangat pendiam tapi dalam kediamannya ada kasih sayang yang sangat dalam kepada anak2nya.
Zahro..gadis kecil yang sangat senang melakukan shaum bila dijanjikan sesuatu saat berbuka puasa
” zahro puasanya sampe buka ya..? nanti ayah belikan sirup buat buka puasa.. “
” oke ayah..! “
Zahro yang selalu berbeda dg kakak2nya, yang tak pernah berubah perangainya dari kecil hingga beranjak menjadi remaja tanggung, zahro yang selalu mengalah untuk kakak2nya, yg selalu tak punya kesempatan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan , gadis biasa yang terkadang memiliki rasa sedih saat apa yang dia inginkan tidak dikabulkan/dituruti , gadis yang masih pendiam bila dibandingkan dg kakak pertamanya , yang masih menjadi gadis biasa yang selalu tidak ingin merepotkan orang tuanya , yang selalu berusaha menyimpan uang untuk keperluan2 sekolahnya , yang masih menjadi gadis yang tidak berani menjawab bila ibunya marah meski ia merasa bahwa dia benar, zahro yang selalu memilih untuk masuk kamar dan menangis bila ibunya marah , zahro adalah seorang gadis yang memiliki sift cepat ngambek, dia memang diam bila ibunya marah tapi tidak pernah mau menegur ibunya bila sudah dimarahi , dia rela berhari2 hanya diam dg bibir 5 centi maju kedepan sampai menimbulkan marah yang baru bagi ibunya. Zahro yang memiliki perangai agak keras untuk hal ini.

Zahro… ia kini telah tumbuh menjadi gadis dewasa , dia tetap menjadi gadis biasa , tidak ada yang istimewa dari zahro. Tapi zahro tetap berbeda dg saudara2nya , ia memilih jalan hidup yang berbeda dengan saudara2nya , Zahro seorang gadis yang serba biasa, meski dengan segala kekurangannya
mencoba untuk terus belajar dan mengarungi kehidupan ini dengan segala tantangannya . Zahro gadis yang serba biasa yang tanpa ia sadari ternyata banyak sekali orang yang menyayanginya..
Sama halnya dengan zahro cerita ini hanyalah cerita yang biasa dan tidak ada yang istimewa dari cerita ini ;) terimakasih bagi siapa saja yang telah membacanya.
Salam

0 Aspirasi semua:

Posting Komentar

Tafadhol sahabat..Kritik&Sarannya